EVALUASI PANJANG ANTRIAN KENDARAAN PADA PELAYANAN PINTU KELUAR PARKIR DI HARTONO LIFESTYLE MALL SOLO BARU
LATAR BELAKANG
Hartono Lifestyle Mall merupakan pusat kawasan bisnis perdagangan baru yang sedang berkembang. Seiring perkembangan daerah tersebut perlu adanya perhatian khusus terhadap pengelolaan parkir yang disediakan bagi para pengunjung pengendara kendaraan pribadi. Hal ini perlu direncanakan dengan baik agar para pengunjung nyaman dengan ketersediaan fasilitas ini, sehingga perlu adanya pintu keluar dengan pelayanan yang baik agar para pengunjung bisa mendapat pelayanan tanpa menunggu lama dalam antrian panjang, salah satunya adalah menambah loket pintu keluar dan jika masih terjadi antrian panjang maka perlu penambahan alternatif akses keluar parkir mal.Cara mengurangi masalah yang terjadi pada suatu antrian juga dapat dilakukan dengan menerapkan teori antrian pada sistem pelayanan pintu keluar parkir. Pertimbangan yang diambil dalam memilih pintu keluar adalah karena dalam zona inilah yang lebih memiliki tingkat pelayanan yang tinggi, sehingga memungkinkan terjadi antrian. Karena ketika dalam zona pintu masuk, itu merupakan bagian dari analisis dampak lalu lintas yang sudah dilakukan oleh Revy Safitri (2013) yang menghasilkan bahwa lalu litas di sekitar mal masih dalam kategori stabil yang tidak menimbulkan kemacetan ataupun antrian kendaraan.Untuk itu dilakukan penelitian untuk melihat kondisi yang sebenarnya dari sistem pelayanan pintu keluar parkir mal tersebut sehingga bisa dianalisa dan dihasilkan suatu kesimpulan yang bisa digunakan untuk memberikan masukan atau solusi yang dapat membantu permasalahan antrian yang terjadi.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori antrian (queueing) sangat perlu dipelajari dalam usaha mengenal perilaku pergerakan arus lalu lintas baik manusia maupun kendaraan (Morlock, 1978 dan Hobbs, 1979).Hal ini disebabkan sangat banyak kejadian yang terjadi di sektor transportasi dan permasalahan lalu lintas yang terjadi sehari-hari pada sistem jaringan jalan dapat dijelaskan dan dipecahkan dengan bantuan analisis teori antrian.
Tamin, 2003. Antrian pada dasarnya terjadi karena proses pergerakan arus lalu lintas (manusia dan/atau kendaraan) terganggu oleh adanya suatu kegiatan pelayanan yang harus dilalui, seperti misalnya: antrian kendaraan yang terbentuk di pintu gerbang tol terjadi karena pergerakan arus kendaran tersebut terpaksa harus terganggu oleh adanya kegiatan pengambilan dan/atau pengembalian (pembayaran) karcis tol. Hal ini hampir sama dengan kasus yang terjadi di pintu keluar Mal yang juga terganggu dengan adanya kegiatan pembayaran biaya parkir. Kegiatan tersebut akan menyebabkan gangguan pada proses pergerakan arus kendaraan sehingga mengakibatkan terjadinya antrian kendaraan di mana pada suatu kondisi, antrian kendaraan tersebut akan dapat mengakibatkan permasalahan bagi pengguna (dalam bentuk waktu antrian) maupun pelanggan (dalam bentuk panjang antrian).
Dedy Eka K, 2004. Berdasarkan penelitiannya yang dilakukan di Bandung Supermall dalam Evaluasi Panjang Antrian Kendaraan Pada Layanan Pintu Keluar, menyimpulkan bahwa analisis akses pintu keluar yang digunakan pada kondisi mal tersebut memiliki batas maksimum antrian kendaraan yang ditentukan yaitu sebesar 30 meter.
Pada penelitian ini akan dievaluasi panjang antrian pada pintu keluar parkir Hartono Lifestyle Mall Solo Baru menggunakan teori antrian, untuk mengetahui kelayakan kinerja pelayanan pintu. Diharapkan penelitian ini dapat mengevaluasi tingkat pelayanan pada pintu keluar parkir Hartono Lifestyle Mall Solo Baru sehingga dapat menjadi alternatif solusi penanganan parkir. Disiplin antrian yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah disiplin antrian First In First Out (FIFO), manajemen parkir di Hartono Lifestyle Mall memiliki tempat pelayanan pintu yang terdiri dari satu loket sehingga kendaraan yang pertama tiba pada suatu tempat pelayanan akan dilayani pertama kali.
LANDASAN TEORI
Pengetian Antrian
Antrian adalah suatu proses yang berhubungan dengan suatu kedatangan seseorang pelanggan pada suatu fasilitas pelayanan, kemudian menunggu dalam suatu antrian dan pada akhirnya meninggalkan fasilitas tersebut. Jadi sistem antrian adalah himpunan pelanggan, pelayan dan suatu aturan yang mengatur kedatangan para pelanggan dan pemrosesan masalahnya.
Komponen Antrian
Didalam suatu sistem antrian terdapat komponen-komponen sebagai berikut :
a. Tingkat kedatangan ( λ ) adalah jumlah kendaraan atau manusia yang bergerak menuju satu atau beberapa tempat pelayanan dalam satu satuan waktu tertentu, biasa dinyatakan dalam satuan kendaraan / jam atau orang / menit.
b. Tingkat pelayanan (@) adalah jumlah kendaran atau manusia yang dapat dilayani oleh satu tempat pelayanan dalam satu satuan waktu tertentu, biasa dinyatakan dalam satuan kendaraan/jam atau orang/menit. Selain tingkat pelayanan, juga dikenal Waktu pelayanan (WP) yang dapat didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh satu tempat pelayanan untuk dapat melayani satu kendaraan atau satu orang, biasa dinyatakan dalam satuan detik/kendaraan atau menit/orang.
c. Disiplin antrian, Disiplin antrian FIFO sangat sering digunakan di bidang transportasi di mana orang dan/ atau kendaraan yang pertama tiba pada suatu tempat pelayanan akan dilayani pertama kali. Sebagai contoh disiplin FIFO adalah antrian kendaraan yang terbentuk di depan pintu gerbang tol, atau antrian manusia pada loket pembayaran listrik atau telepon, loket pembayaran bank, dan banyak contoh lainnya
Persamaan berikut merupakan persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung n , q , d , dan w untuk disiplin antrian FIFO.
n =
|
=
|
.............................................[1]
| ||||
_x0007_
| ||||||||||
q =
|
=
|
[2]
| ||||||||
.....................................................
| ||||||||||
d =
|
[3]
| |||||||||
w =
|
= d -
|
..................................................
|
[4]
| |||||||
n = jumlah kendaraan dalam sistem (kendaraan persatuan waktu)
q = jumlah kendaraan dalam antrian (kendaraan persatuan waktu)
d = waktu kendaraan dalam sistem (kendaraan persatuan waktu)
w = waktu kendaraan dalam antrian (kendaraan persatuan waktu)
Disiplin Antrian
Disiplin antrian mempunyai pengertian tentang bagaimana tatacara kendaraan atau manusia mengantri. Jenis disiplin antrian yang sering digunakan dalam bidang transportasi atau arus lalu –lintas, adalah First In First Out (FIFO ) atau First Come First Served ( FCFS ). Disiplin antrian FIFO lebih sering digunakan dibidang transportasi dimana orang dan/atau kendaraan yang pertama tiba pada suatu tempat pelayanan akan dilayani pertama.
METODE PENYELESAIAN
Lokasi penelitiandi pintu keluar area parkir offroad Hartono Lifestyle Mall Solo Baru.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer dan sekunder yaitu metode observasi. Pengumpulan data meliputi dua jenis kendaraan yaitu sepeda motor dan mobil yang akan keluar parkir, lama waktu pelayanan yang dilakukan operator untuk melayani kendaraan yang akan keluar parkir dan jumlah pintu aktif. Langkah selanjutnya menganalisis dengan disiplin antrian FIFO.Perhitungan analisis statistik pada tingkat kedatangan menggunakan distribusi poisson dengan uji chi square, dan untuk perhitungan tingkat pelayanan menggunakan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov.
HASIL DAN ANALISA
Analisis Data
Gambar 1 Sirkulasi Akses Keluar Parkir Hartono Lifestyle Mall Solo Baru
Analisis Antrian
Dalam perhitungan antrian didapat analisa yang mengacu pada kondisi lapangan yang ada/kondisi geometri mal. Pada pintu keluar parkir Hartono Lifestyle Mall masing-masing akses memiliki panjang area untuk mengantri dalam jalur antrian pintu keluar sepanjang 10 meter atau sebanyak 5 kendaraan untuk sepeda motor dan sebanyak 2
kendaraan untuk mobil. Pintu yang tersedia pada masing-masing kendaraan yang akan keluar adalah 1 pintu aktif untuk sepeda motor dan 2 pintu aktif untuk mobil, hal tersebut sudah memenuhi permintaan ketika disyaratkan jumlah kendaraan yang mengantri (q) kurang dari 5 kendaraan untuk sepeda motor dan 2 kendaraan untuk mobil.
Penelitian dilakukan pada pelayanan zona pintu keluar area parkir offroad Hartono Lifestyle Mall Solo Baruselama tiga hari.Penelitian mengamati kendaraan yang akan keluar parkir meliputi mobil dan sepeda motor. Data hasil penelitian disajikan dalam tabel 1 dan tabel 2 berikut:
Tabel 1. Jumlah keseluruhan kendaraan yang akan keluar parkir per satu jam hasil penelitian
No
|
Waktu
|
Mobil
|
No
|
Waktu
|
Sepeda Motor
| ||||
Sabtu
|
Minggu
|
Rabu
|
Sabtu
|
Minggu
|
Rabu
| ||||
1
|
11.00-12.00
|
-
|
12
|
-
|
1
|
11.00-12.00
|
-
|
24
|
-
|
2
|
12.00-13.00
|
-
|
57
|
-
|
2
|
12.00-13.00
|
-
|
79
|
-
|
3
|
13.00-14.00
|
25
|
61
|
47
|
3
|
13.00-14.00
|
77
|
119
|
95
|
4
|
14.00-15.00
|
116
|
129
|
114
|
4
|
14.00-15.00
|
149
|
185
|
124
|
5
|
15.00-16.00
|
79
|
231
|
191
|
5
|
15.00-16.00
|
134
|
263
|
135
|
6
|
16.00-17.00
|
60
|
114
|
83
|
6
|
16.00-17.00
|
168
|
150
|
124
|
7
|
17.00-18.00
|
99
|
98
|
83
|
7
|
17.00-18.00
|
173
|
96
|
77
|
8
|
18.00-19.00
|
111
|
69
|
102
|
8
|
18.00-19.00
|
158
|
71
|
83
|
9
|
19.00-20.00
|
135
|
58
|
109
|
9
|
19.00-20.00
|
156
|
91
|
67
|
10
|
20.00-21.00
|
228
|
86
|
-
|
10
|
20.00-21.00
|
222
|
86
|
-
|
11
|
21.00-22.00
|
277
|
-
|
-
|
11
|
21.00-22.00
|
281
|
-
|
-
|
Total
|
1130
|
915
|
729
|
Total
|
1518
|
1164
|
705
| ||
Tabel 2. Rata – rata waktu pelayanan kendaraan yang dilakukan operator pintu keluar per satu jam hasil penelitian
No
|
Waktu
|
Mobil (detik)
|
No
|
Waktu
|
Sepeda Motor (detik)
| ||||
Sabtu
|
Minggu
|
Rabu
|
Sabtu
|
Minggu
|
Rabu
| ||||
1
|
11.00-12.00
|
-
|
14
|
-
|
1
|
11.00-12.00
|
-
|
6
|
-
|
2
|
12.00-13.00
|
-
|
19
|
-
|
2
|
12.00-13.00
|
-
|
11
|
-
|
3
|
13.00-14.00
|
17
|
23
|
17
|
3
|
13.00-14.00
|
10
|
10
|
10
|
4
|
14.00-15.00
|
22
|
17
|
17
|
4
|
14.00-15.00
|
8
|
10
|
7
|
5
|
15.00-16.00
|
22
|
15
|
17
|
5
|
15.00-16.00
|
8
|
5
|
6
|
6
|
16.00-17.00
|
19
|
16
|
20
|
6
|
16.00-17.00
|
8
|
8
|
10
|
7
|
17.00-18.00
|
20
|
20
|
18
|
7
|
17.00-18.00
|
11
|
8
|
7
|
8
|
18.00-19.00
|
19
|
22
|
19
|
8
|
18.00-19.00
|
10
|
10
|
9
|
9
|
19.00-20.00
|
17
|
21
|
23
|
9
|
19.00-20.00
|
9
|
7
|
7
|
10
|
20.00-21.00
|
15
|
18
|
-
|
10
|
20.00-21.00
|
8
|
7
|
-
|
11
|
21.00-22.00
|
17
|
-
|
-
|
11
|
21.00-22.00
|
6
|
-
|
-
|
Tabel 3. Hasil perhitungan panjang antrian pintu keluar pada waktu paling sibuk melayani
No
|
Jenis Kendaraan
|
Hari
|
Waktu
|
Panjang Antrian Maksimum
|
Kode Pintu yang
|
(kendaraan)
|
Aktif
| ||||
1
|
Mobil
|
Sabtu
|
21.00-22.00
|
2
|
B1 dan B2
|
Minggu
|
15.00-16.00
|
2
|
B1 dan B2
| ||
Rabu
|
15.00-16.00
|
2
|
B1 dan B2
| ||
2
|
Sepeda Motor
|
Sabtu
|
21.00-22.00
|
5
|
A1
|
Minggu
|
15.00-16.00
|
5
|
A1
| ||
Rabu
|
15.00-16.00
|
5
|
A1
| ||
Analisis Kebutuhan Jumlah Pintu Keluar
Data yang digunakan untuk menentukan jumlah minimal pintu yang digunakan sebagai akses pintu keluar adalah jumlah tingkat kedatangan () , tingkat pelayanan (@) dan waktu pelayanan (wp).Dari ketiga variable tersebut didapat
nilai
, dengan syarat
≤ 1.Jika
> 1 maka perlu adanya penambahan loket pintu keluar untuk akses keluar parkir, seperti yang terjadi pada hari Sabtu di pintu keluar Mobil (B2) pukul 21.00-22.00.Nilai
didapat 1.0046 > 1 (tidak memenuhi syarat), sehingga perlu penambahan pintu aktif pada jam tersebut.Jumlah pintu aktif pada pukul 21.00-22.00 setelah ditambah menjadi 2 pintu dan mendapatkan nilai
0.5023 < 1 (memenuhi syarat).
, dengan syarat
≤ 1.Jika
> 1 maka perlu adanya penambahan loket pintu keluar untuk akses keluar parkir, seperti yang terjadi pada hari Sabtu di pintu keluar Mobil (B2) pukul 21.00-22.00.Nilai
didapat 1.0046 > 1 (tidak memenuhi syarat), sehingga perlu penambahan pintu aktif pada jam tersebut.Jumlah pintu aktif pada pukul 21.00-22.00 setelah ditambah menjadi 2 pintu dan mendapatkan nilai
0.5023 < 1 (memenuhi syarat).
Tabel 4.Hasil Perhitungan Analisis Antrian Mobil Hari Sabtu
Waktu
|
WP
|
@
|
n
|
ñ
|
q
|
K (jam)
|
ŵ (jam)
| ||
11.00-12.00
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
12.00-13.00
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
13.00-14.00
|
25
|
17
|
209
|
0.1198
|
1
|
0.1361
|
0.0163
|
0.0054
|
0.0007
|
14.00-15.00 116
|
22
|
167
|
0.6928
|
1
|
2.2550
|
1.5622
|
0.0194
|
0.0135
| |
15.00-16.00
|
79
|
22
|
162
|
0.4883
|
1
|
0.9541
|
0.4659
|
0.0121
|
0.0059
|
16.00-17.00
|
60
|
19
|
192
|
0.3125
|
1
|
0.4545
|
0.1420
|
0.0076
|
0.0024
|
17.00-18.00
|
99
|
20
|
178
|
0.5569
|
1
|
1.2567
|
0.6998
|
0.0127
|
0.0071
|
18.00-19.00 111
|
19
|
189
|
0.5858
|
1
|
1.4145
|
0.8287
|
0.0127
|
0.0075
| |
19.00-20.00 135
|
17
|
212
|
0.6375
|
1
|
1.7586
|
1.1211
|
0.0130
|
0.0083
| |
20.00-21.00
|
228
|
15
|
240
|
0.9500
|
1
|
19
|
18.05
|
0.0833
|
0.0792
|
21.00-22.00
|
277
|
17
|
215
|
1.0457
|
1
|
1.3246
|
0.0357
|
0.0028
|
0.00013
|
0.05023
|
2
| ||||||||
Tabel 5. Hasil perhitungan analisis jumlah pintu keluar pada waktu paling sibuk melayani untuk mobil
No
|
Jenis
|
Hari
|
Waktu
|
Jumlah Pintu Aktif
|
Kode Pintu
| ||
Kendaraan
|
(buah)
| ||||||
Depan
|
Belakang
| ||||||
1
|
Mobil
|
Sabtu
|
21.00-22.00
|
3
|
B1 & B3
|
B2
| |
Minggu
|
15.00-16.00
|
2
|
B1
|
B2
| |||
Rabu
|
15.00-16.00
|
2
|
B1
|
B2
| |||
Tabel 6. Hasil perhitungan analisis jumlah pintu keluar pada waktu paling sibuk melayani untuk mobil
No
|
Jenis
|
Hari
|
Waktu
|
Jumlah Pintu Aktif
|
Kode Pintu yang
|
Kendaraan
|
(buah)
|
dibuka
| |||
1
|
Sepeda
|
Sabtu
|
21.00-22.00
|
1
|
A1
|
Motor
| |||||
Minggu
|
15.00-16.00
|
1
|
A1
| ||
Rabu
|
15.00-16.00
|
1
|
A1
| ||
Analisis Tingkat Pelayanan
Tingkat pelayanan dipengaruhi oleh beberapa faktor :
a. Kecepatan dan ketepatan operator pintu pelayanan.
b. Kesiapan uang cadangan untuk kembalian.
c. Kesiapan pengendara kendaraan yang akan keluar parkir, seperti menyiapkan uang untuk membayar retribusi dan karcis tanda bukti masuk
Dalam perhitungan, menurut hasil penelitian tingkat pelayanan perlu disyaratkan waktu menunggu dalam antrian kurang dari 5 detik (w < 5) untuk mengoptimalkan pintu layanan keluar sepeda motor dan kurang dari 12 detik (w <
12) untuk mengoptimalkan pintu layanan keluarmobil. Waktu pelayanan tersebut akan sangat efektif digunakan pada saat tingkat kedatangan kendaraan yang akan keluar tinggi dan dengan waktu yang disyaratkan tersebut perlu mengaktifkan seluruh pintu cadangan yang ada, sehingga total pintu yang dibuka saat tingkat kedatangan kendaraan yang akan keluar tinggi sebanyak 2 pintu untuk sepeda motor dan 3 untuk mobil.Tingkat kedatangan paling tinggi terjadi pada pukul 21.00-22.00 untuk hari Sabtu dan pukul 15.00-16.00 untuk hari Minggu dan hari Rabu.
Probabilitas Pola Kedatangan
Probabilitas pola kedatangan kendaraan yang akan keluar untuk mendapatkan pelayanan sebelum meninggalkan area parkir menggunakan fungsi distribusi probabilitas Poisson.
.............................................................. [5]
| ||||
Dimana :
| ||||
P(x) = probabilitas jumlah kedatangan per periode waktu
| ||||
λ = rata-rata jumlah kedatangan per periode waktu
|
e = 2,71828
| |||
Uji Kesesuaian Pola Kedatangan
Pola kedatangan mempunyai kesesuaian dengan distribusi poisson yangdiuji dengan uji kesesuaian chi square menggunakan bantuan aplikasi software spss 16.Varibel yang berpengaruh dalam probabilitas pola kedatangan adalah antara waktu dan jumlah tingkat kedatangan.Taraf signifikasi dalam uji kesesuaian dalam pola kedatangan sebesar 0,05, jika hasil dari perhitungan uji chi square pada taraf signifikasi menghasilkan nilai > 0,05 maka korelasi antara waktu dan tingkat kedatangan memiliki interprestasi hubungan yang rendah yang berarti frekuensi kedatangan berlangsung acak tidak terpengaruh interval waktu.
Probabilitas Pola Pelayanan
Probabilitas pola pelayanan kendaraan yang akan keluar untuk mendapatkan pelayanan sebelum meninggalkan area parkir menggunakan fungsi distribusi probabilitas Eksponensial.
F (xi) = 1 - ....................................................... [6]
Dimana :
| |
x = xi (nilai tengah)
| |
β = rata-rata yang didekati
|
e= 2,71828
|
Uji Kesesuaian Pola Pelayanan
Pola pelayanan mempunyai kesesuaian dengan distribusi eksponensial yang diuji dengan uji kesesuaian kolmogrov-smirnov.Uji Kesesuaian Pola Pelayanan dengan Uji Kolmogorov-Smirnov tepat bila ukuran sampel yang tersedia 30 atau kurang dari itu (Daniel, 1989) dengan bantuan aplikasi software spss 16.Varibel yang berpengaruh dalam probabilitas pola pelayanan adalah antara waktu dan lama pelayanan.Taraf signifikasi dalam uji kesesuaian dalam pola pelayanan sebesar 0,05 dan nilai kritis (Z) 1,96 (sig. 5%), jika hasil dari perhitungan uji kolmogrov-smirnov pada taraf signifikasi menghasilkan nilai > 0,05 maka korelasi antara keduanya memiliki interprestasi hubungan yang rendah yang berarti pola pelayananan terdistribusi eksponensial.
Hasil Analisis Statistik
Tabel 7. Hasil Uji Kesesuaian Pola Pelayanan dengan Uji Kolmogorov-Smirnov
Sepeda Motor
|
Mobil
| |||||
No
|
Hari
| |||||
Hasil Uji
|
Keterangan
|
Hasil Uji
|
Keterangan
| |||
1.
|
Sabtu
|
0,23 > 0,05
|
Sesuai distribusi
|
0,008 < 0,05
|
Tidak sesuai distribusi
| |
2.
|
Minggu
|
0,11 > 0,05
|
Sesuai distribusi
|
0,006 < 0,05
|
Tidak sesuai distribusi
| |
3.
|
Rabu
|
0,58 > 0,05
|
Sesuai distribusi
|
0,198 > 0,05
|
Sesuai distribusi
|
Proses kedatangan kendaraan bermotor yang akan keluar dari area parkir melalui pintu pelayanan menggunakan persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square. Dan proses pelayananannya menggunakan analisis perhitungan antrian distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov. Analisis tersebut sangat sesuai digunakan dalam perhitungan antrian ini dan selama waktu pengamatan, didapatkan nilai uji kesesuaian yang menunjukkan bahwa tingkat probabilitas yang terjadi cukup sesuai dengan distribusi yang digunakan dan pola pelayanan yang terjadi berjalan konstan.
Perhitungan proses kedatangan kendaraan yang akan keluar dari area parkir melalui pintu pelayanan untuk mobil menunjukkan bahwa pada hari Rabu dengan menggunakan analisis persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square dan proses pelayananan dengan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov mendapatkan hasil yang signifikan. Pada hari tersebut menghasilkan pola pelayanan yang berjalan konstan dan sesuai dengan kondisi di lapangan selama pengamatan. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, pola kedatangan dan pola pelayanan pada pintu keluar mobil ini perlu diuji dengan persamaan distribusi yang lain, karena dengan analisis menggunakan analisis persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square dan proses pelayananan dengan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov tidak mendapatkan hasil yang signifikan yang artinya pada kedua hari tersebut pola pelayanan di lapangan sangat dipengaruhi oleh interval waktu yang terjadi pada malam hari.
80
Rata
–70
rata
Ting 60
kat
Ked 50
atan
gan 40
(ken
dara
30
an)
20
10
0
11.00-12.00 12.00-13.00 13.00-14.00 14.00-15.00 15.00-16.00
|
16.00-17.00 17.00-18.00
|
18.00-19.00 19.00-20.00 20.00-21.00 21.00-22.00
|
Waktu
| ||
(WIB)
| |||||
Hari Sabtu
|
Hari Minggu
|
Hari Rabu
| |||
Gambar 2 Grafik Perbandingan Waktu dan Tingkat Kedatangan Pada Pintu Keluar Parkir Sepeda Motor
80
Rata –
rata 70
Tingk
at
Kedat 60
angan
(kend
50
40
30
20
10
0
Waktu
11.00-12.00 12.00-13.00 13.00-14.00 14.00-15.00 15.00-16.00 16. 00-17.00 17.00-18.00 18.00-19.00 19.00-20.00 20.00-21.00 21.00-22.00 (WIB)
Hari Sabtu
|
Hari Minggu
|
Hari Rabu
| |
Gambar 3 Grafik Perbandingan Waktu dan Tingkat Kedatangan Pada Pintu Keluar Parkir Mobil
Total kendaraan per satu jam terbanyak terjadi pada pukul 21.00-22.00 di hari Sabtu dan pukul 15.00-16.00 di hari Minggu dan hari Rabu. Dalam hitungan per 15 menit didapat total kendaraan yang melintas terbanyak terjadi pada pukul 21.15-21.30 di hari Sabtu, pukul 15.15-15.30 di hari Minggu dan pukul 15.00-15.15 di hari Rabu
Pada studi kasus ini jumlah pintu keluar sepeda motor Hartono Lifestyle Mall terdapat 1 pintu aktif dan 1 pintu non-aktif (cadangan). Pengoperasian pintu cadangan pada pintu keluar sepeda motor dilakukan ketika jumlah kendaraan yang berada di dalam lokasi jalur antrian sudah melebihi kapasistas ruang, sehingga hal tersebut bisa berdampak pada besarnya waktu antrian untuk menunggu giliran pelayanan. Waktu pelayanan efektif untuk melayani sepeda motor pada tingkat kedatangan kendaraan yang akan keluar tinggi direncanakan berdasarkan analisis antrian yaitu 5 detik tanpa palang pintu dengan minimal 1 pintu pelayanan beroperasi, dan ini sudah memenuhi permintaan.
Pelayanan pintu keluar jenis kendaraan Mobil, Hartono Lifestyle Mall memiliki 2 akses keluar mal, satu akses melalui pintu depan mal dengan 2 pintu pelayanan (1 aktif dan 1 pintu non-aktif/cadangan) dan satu akses keluar yang lain melalui pintu belakang dengan 1 pintu pelayanan (aktif). Pengoperasian pintu non-aktif/cadangan pada pintu keluar mobil dilakukan ketika jumlah kendaraan yang berada di dalam lokasi jalur antrian sudah melebihi kapasistas ruang. Waktu pelayanan efektif untuk melayani mobil berdasarkan analisis antrian yaitu selama 12 detik.
KESIMPULAN
Hasil perhitungan pada hari kerja yang pada pengamatan diwakili hari Rabu, mendapatkan hasil panjang antrian yang terjadi pada pelayanan pintu keluar parkir Hartono Lifestyle Mall Solo Baru pada kondisi eksisting adalah sejumlah 2 kendaraan untuk mobil dan 5 kendaraan untuk sepeda motor atau masing-masing setara dengan panjang 10 meter.Kondisi pelayanan antrian pintu keluar parkir Hartono Lifestyle Mall Solo Baru pada tingkat kedatangan kendaraan yang akan keluar parkir pada hari Rabu yaitu sebesar 191 kendaraan/jam pada jenis kendaraan mobil yang menghasilkan
(0,8886) < 1, membutuhkan waktu pelayanan selama 12 detik untuk melayani mobil sehingga dengan waktu pelayanan sebesar itu tidak terjadi antrian yang panjang dan untuk sepeda motor sebesar 135 kendaraan/jam pada jenis kendaraan sepeda motor yang menghasilkan
(0,2063) < 1, waktu yang efektif untuk melayani kendaraan yang akan keluar parkir adalah selama 5 detik tanpa palang pintu keluar.Perhitungan analisis persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square dan proses pelayananan dengan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov pada hari Rabu mendapatkan hasil yang signifikan, yang menunjukkan bahwa pada kondisi hari Rabu di lapangan pihak pengelola parkir tidak perlu adanya penambahan layanan pintu keluar ataupun perubahan akses pintu keluar, karena pintu yang disediakan sudah memenuhi permintaan dan mencukupi pelayanan.
(0,8886) < 1, membutuhkan waktu pelayanan selama 12 detik untuk melayani mobil sehingga dengan waktu pelayanan sebesar itu tidak terjadi antrian yang panjang dan untuk sepeda motor sebesar 135 kendaraan/jam pada jenis kendaraan sepeda motor yang menghasilkan
(0,2063) < 1, waktu yang efektif untuk melayani kendaraan yang akan keluar parkir adalah selama 5 detik tanpa palang pintu keluar.Perhitungan analisis persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square dan proses pelayananan dengan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov pada hari Rabu mendapatkan hasil yang signifikan, yang menunjukkan bahwa pada kondisi hari Rabu di lapangan pihak pengelola parkir tidak perlu adanya penambahan layanan pintu keluar ataupun perubahan akses pintu keluar, karena pintu yang disediakan sudah memenuhi permintaan dan mencukupi pelayanan.
Perhitungan analisis statistik pada hari Sabtu dan Minggu yang dihitung dengan persamaan distribusi poisson dengan uji kesesuaian chi square dan proses pelayananan dengan distribusi eksponensial dengan uji kolmogorov-smirnov mendapatkan hasil yang tidak signifikan sehingga perlu adanya perhitungan dengan persamaan probabilitas yang lain untuk menghasilkan rekomendasi yang tepat untuk meminimalisir antrian yang terjadi pada hari Sabtu dan Minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar