Senin, 18 September 2017

budaya barat dan ramaja

BUDAYA MAKAN BARAT TERHADAP REMAJA

Budaya adalah sebuah ciri atau identitas dari sekumpulan orang yang mendiami daerah tertentu. Budaya ini timbul dari kegiatan masyarakat yang dilakukan secara berulang ulang sehingga membentuk kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah budaya masyarakat itu sendiri. Budaya  yang telah terbentuk itu akan masuk dan mengakar di dalam kehidupan manusia, sehingga tanpa kita sadari mempengaruhi kehidupan manusia

Sadarkah kita bahwa Indonesia sedang di jajang dengan bangsa asing dan dikuasai samenjadi penerus bangsa di masa depan. Apa yang akan terjadi dengan Indonesia nantinya?

Pertama tama perlu saya jelaskan bahwa masih banyak masyarakat kita yang salah mengartikan ”kebudayaan “ sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan. Hal ini tentulh karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian syarat dengan kandungan nilai nilai budaya, bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai – nilai budaya. Di tengah maraknya arus globalisasi masuk ke dalam Indonesia ini, melalui cara cara tertentu membuat dampak positif dan negatif  bagi bangsa Indonesia terutama remaja di dalam bidang kebudayaan. Karena itu semakin terkikisnya kebudayaan kita oleh budaya barat  yang masuk ke Negara kita dan menghilang sedikit demi sedikit.

Remaja merupakan masa transisi dari masa anak – anak menuju masa dewasa. Transisi yang dialami remaja ini merupakan sumber resiko bagi kesejahteraan fisik dan mental remaja. Remaja menjadi salah satu pusat perhatian mengingat remaja banyak mengalami perubahan fisik, kognotif, emosi maupun sosial. Perubahan – perubahan yang terjadi pada remaja cenderung menimbulkan berbagai macam masalah dan perilaku di kehidupan remaja. Salah satu perubahanya ialah cara pola makan yang tidak sehat bagi remaja.

Remaja biasanya telah mempunyai pilihan sendiri terhadap makanan yang disukainya. Pada masa ini telah terbentuk kebiasaan makan yang tidak sehat, yaitu seperti seringnya remaja membeli makanan fast food yang biasa di lakukan oleh budaya barat. Jika kebiasaan ini sering di lakukan akan berdampak negtif pada tubuh, terlebih jika makanan ini mengandung kalori karbohidrat dan lemak yang tinggi. Kebiasaan makan ini makan ini bisa menaikan berat badan berlebih bagi remaja. Dengan pola makan seperti ini dapat mengakibatkan kolsterol terhadap tubuh . kolesterol merupakan lemak dari golongan sterol yang berada dalam darah. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membuat dan memelihara sel sel saraf serta untuk mengsitensi hormon dalam tubuh. Hati mencukupi kebutuhan tubuh. Apabila mengonsumsi makan lemak jenuh dengan kadar tinggi, hati akan meproduksi kolesterol lebih banyak sehingga berakibat pada kadar menjadi berlebihan. Kolesterol mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh apabila berada pada level normal, sebaliknya semakin tinggi kolesterol dalam tubuh akan menimbulkan penyakit.

Namun ada juga sisi positif dari fast food yaitu, fast food adalah untuk menghemat waktu. Dalam kehidupan sekarang serba cepat, makanan fast food merupakan makanan pilihan utama bagi remaja karena praktis. Penyajian fast food ini berbeda dengan penyajian makanan yang dimasak di rumah yang menghabiskan waktu dan proses yang lama, yakni harus memasak didapur. Masakan cepat saji juga mengharuskan seseorang untuk perjalanan ke super market untuk membeli bahan makanan yang dimasak dan dihidangkan. Kemudian sebelum dikonsumsi, semua bahan makanan membutuhkan proses mencuci dan mengupas bahan makanan. Hal – hal inilah kenapa rejama memilih fast food.

Memang ketika kita mengikuti memakan apa ayang dimakan oleh orang orag barat bisa dikatan keren dan tidak ketinggalan zaman, tetapi kita juga harus mencintai makanan tradisional yang kita milik. Lalu bagaimana kita harus bisa mempertahankan makanan tradisional?

Yang pertama, biasanya makanan - makanan tradisioa hanya memperjual beliankan di Indonesia, kita harus bisa menjualnya ke Negara – Negara yang besar dan maju agar Negara tersebut juga bisa merasakan masakan asli Indonesia
Yang kedua, pemerintah harus mendukung memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di luar negeri, jika tanpa dukungan pasti makanan tradisional Indonesia tidak bisa dikenal oleh Negara luar.

Jadi sebenarnya remaja boleh mencicipi atau mengonsumsi makanan – makanan barat tetapi tidak dengan meninggalkan makanan – makanan tradisional yang dimiliki Indonesia dan teta perhatikan bahaya kesehatanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar