BUDAYA
MAKAN BARAT TERHADAP REMAJA
Budaya adalah sebuah
ciri atau identitas dari sekumpulan orang yang mendiami daerah tertentu. Budaya
ini timbul dari kegiatan masyarakat yang dilakukan secara berulang ulang
sehingga membentuk kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah budaya masyarakat itu
sendiri. Budaya yang telah terbentuk itu
akan masuk dan mengakar di dalam kehidupan manusia, sehingga tanpa kita sadari
mempengaruhi kehidupan manusia
Sadarkah kita bahwa
Indonesia sedang di jajang dengan bangsa asing dan dikuasai samenjadi penerus
bangsa di masa depan. Apa yang akan terjadi dengan Indonesia nantinya?
Pertama tama perlu saya
jelaskan bahwa masih banyak masyarakat kita yang salah mengartikan ”kebudayaan
“ sebagai “kesenian”, meskipun sebenarnya kesenian hanyalah sebagian dari
kebudayaan. Hal ini tentulh karena kesenian memiliki bobot besar dalam
kebudayaan, kesenian syarat dengan kandungan nilai nilai budaya, bahkan menjadi
wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai – nilai budaya. Di tengah maraknya
arus globalisasi masuk ke dalam Indonesia ini, melalui cara cara tertentu
membuat dampak positif dan negatif bagi
bangsa Indonesia terutama remaja di dalam bidang kebudayaan. Karena itu semakin
terkikisnya kebudayaan kita oleh budaya barat
yang masuk ke Negara kita dan menghilang sedikit demi sedikit.
Remaja merupakan masa
transisi dari masa anak – anak menuju masa dewasa. Transisi yang dialami remaja
ini merupakan sumber resiko bagi kesejahteraan fisik dan mental remaja. Remaja
menjadi salah satu pusat perhatian mengingat remaja banyak mengalami perubahan
fisik, kognotif, emosi maupun sosial. Perubahan – perubahan yang terjadi pada
remaja cenderung menimbulkan berbagai macam masalah dan perilaku di kehidupan
remaja. Salah satu perubahanya ialah cara pola makan yang tidak sehat bagi
remaja.
Remaja biasanya telah
mempunyai pilihan sendiri terhadap makanan yang disukainya. Pada masa ini telah
terbentuk kebiasaan makan yang tidak sehat, yaitu seperti seringnya remaja
membeli makanan fast food yang biasa di lakukan oleh budaya barat. Jika
kebiasaan ini sering di lakukan akan berdampak negtif pada tubuh, terlebih jika
makanan ini mengandung kalori karbohidrat dan lemak yang tinggi. Kebiasaan
makan ini makan ini bisa menaikan berat badan berlebih bagi remaja. Dengan pola
makan seperti ini dapat mengakibatkan kolsterol terhadap tubuh . kolesterol
merupakan lemak dari golongan sterol yang berada dalam darah. Tubuh membutuhkan
kolesterol untuk membuat dan memelihara sel sel saraf serta untuk mengsitensi hormon
dalam tubuh. Hati mencukupi kebutuhan tubuh. Apabila mengonsumsi makan lemak
jenuh dengan kadar tinggi, hati akan meproduksi kolesterol lebih banyak
sehingga berakibat pada kadar menjadi berlebihan. Kolesterol mempunyai manfaat
yang baik bagi tubuh apabila berada pada level normal, sebaliknya semakin
tinggi kolesterol dalam tubuh akan menimbulkan penyakit.
Namun ada juga sisi
positif dari fast food yaitu, fast food adalah untuk menghemat waktu. Dalam kehidupan
sekarang serba cepat, makanan fast food merupakan makanan pilihan utama bagi
remaja karena praktis. Penyajian fast food ini berbeda dengan penyajian makanan
yang dimasak di rumah yang menghabiskan waktu dan proses yang lama, yakni harus
memasak didapur. Masakan cepat saji juga mengharuskan seseorang untuk
perjalanan ke super market untuk membeli bahan makanan yang dimasak dan
dihidangkan. Kemudian sebelum dikonsumsi, semua bahan makanan membutuhkan proses
mencuci dan mengupas bahan makanan. Hal – hal inilah kenapa rejama memilih fast
food.
Memang ketika kita
mengikuti memakan apa ayang dimakan oleh orang orag barat bisa dikatan keren
dan tidak ketinggalan zaman, tetapi kita juga harus mencintai makanan
tradisional yang kita milik. Lalu bagaimana
kita harus bisa mempertahankan makanan tradisional?
Yang pertama, biasanya
makanan - makanan tradisioa hanya memperjual beliankan di Indonesia, kita harus
bisa menjualnya ke Negara – Negara yang besar dan maju agar Negara tersebut
juga bisa merasakan masakan asli Indonesia
Yang kedua, pemerintah
harus mendukung memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di luar negeri,
jika tanpa dukungan pasti makanan tradisional Indonesia tidak bisa dikenal oleh
Negara luar.
Jadi sebenarnya remaja
boleh mencicipi atau mengonsumsi makanan – makanan barat tetapi tidak dengan
meninggalkan makanan – makanan tradisional yang dimiliki Indonesia dan teta
perhatikan bahaya kesehatanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar