PEMBANGUNAN JUDESA (jembatan untuk
desa)
Jembatan
adalah bangunan dibuat untuk menyebrangi jurang atau pun sungai, rel kereta
atau pun jalan. Jembatan dibangun untuk pejalan kaki, kendaraan atau kereta api
di atas halangan. Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur tranportasi
darat sangat vital dalam aliran perjalanan. Jembatan sering menjadi komponen
kritis dari suatu ruas jalan, kerena sebagai penentu beban maksimum kendaraan
atau manusa melewati ruas jalan tersebut.
Indonesia memiliki lebih dari 80 ribu desa.
Setiap desa, setidaknya membutuhkan tiga hingga empat jembatan untuk
menyeberangi sungai, dan mengakses fasilitas lainnya.
Dari hasil survei, Desa Cihawuk dan Desa
Cibeureum adalah contoh desa yang perlu dihubungkan. Pasalnha, di kedua desa,
puskesmas dan sekolah menengah pertama hanya ada satu, yaitu di Desa Cibeureum.
Saya menilai desa ini cocok dibangun jembatan
untuk desa atau judesa.sebelumnya warga desa sudah membangun jembatan dari
kayu. Jembatan kayu ini letaknya deket sungai.dengan itu sangat rawan bagi
warga yang menyebrang di jembatan kayu ini. Sudah 5 kali di banggun jembatan
kayu ini dalam waktu 6 bulan. Untuk itu saya akan membangun judesa yang
panjangnya 42 meter dan lebar 2 meter karena jembatan ini lebih kokoh dari
jembatan kayu. Judesa mampu menahan beban maksimal hingga 1200 ton.
Jembatan ini terdiri dari tiga komponen yaitu sistem
lantai, batang penggantung, serta kabel utama dan ikatan angin. Sistem
lantainya memiliki tipe modul baja berukuran 0,9 meter x 2 meter. Ada pun
bangunan bawahnya memiliki jenis pondasi dangkal/sumuran, dengan mutu beton
siklop K-200.
Judesa biasa disebut asimetris, karena pondasinya
hanya berada satu sisi.adapun keuntungnya, pembangunan lebih mudah karena
pengangkutan bahan materialnya hanya dilakukan satu sisi atau satu arah. Selain
dalam hal pengangkutan material, pembangunannya juga lebih mudah akibat
pengurangan komponen sistem pengaku ikatan angin. sistem ini memanfaatkan
struktur lantai monolit yang cukup kaku terhadap gaya lateral. Apalagi, dengan
sistem prefabrikasi, material bisa disiapkan di pabrik sehingga lebih cepat.
Total pengerjaan jembatan di lokasi adalah sekitar 2-3 bulan.
Adapun kengunggulan judesa adalah dengan tiang
tunggal di satu sisi, biaya material struktur jembatan juga berkurang. Biaya pembangunan
judesa sekitar 200 juta.
Semoga jembatan ini bisa mempermudah warga desa
untuk menuju akses keluar desa. Sudah tidak harus melewati jembatan kayu yang
sewaktu waktu bisa roboh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar