Kamis, 05 Oktober 2017

PEMBANGUNAN JUDESA (jembatan untuk desa)



Jembatan adalah bangunan dibuat untuk menyebrangi jurang atau pun sungai, rel kereta atau pun jalan. Jembatan dibangun untuk pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas halangan. Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur tranportasi darat sangat vital dalam aliran perjalanan. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari suatu ruas jalan, kerena sebagai penentu beban maksimum kendaraan atau manusa melewati ruas jalan tersebut.

Indonesia memiliki lebih dari 80 ribu desa. Setiap desa, setidaknya membutuhkan tiga hingga empat jembatan untuk menyeberangi sungai, dan mengakses fasilitas lainnya.

Dari hasil survei, Desa Cihawuk dan Desa Cibeureum adalah contoh desa yang perlu dihubungkan. Pasalnha, di kedua desa, puskesmas dan sekolah menengah pertama hanya ada satu, yaitu di Desa Cibeureum.

Saya menilai desa ini cocok dibangun jembatan untuk desa atau judesa.sebelumnya warga desa sudah membangun jembatan dari kayu. Jembatan kayu ini letaknya deket sungai.dengan itu sangat rawan bagi warga yang menyebrang di jembatan kayu ini. Sudah 5 kali di banggun jembatan kayu ini dalam waktu 6 bulan. Untuk itu saya akan membangun judesa yang panjangnya 42 meter dan lebar 2 meter karena jembatan ini lebih kokoh dari jembatan kayu. Judesa mampu menahan beban maksimal hingga 1200 ton.

Jembatan ini terdiri dari tiga komponen yaitu  sistem lantai, batang penggantung, serta kabel utama dan ikatan angin. Sistem lantainya memiliki tipe modul baja berukuran 0,9 meter x 2 meter. Ada pun bangunan bawahnya memiliki jenis pondasi dangkal/sumuran, dengan mutu beton siklop K-200.

Judesa biasa disebut asimetris, karena pondasinya hanya berada satu sisi.adapun keuntungnya, pembangunan lebih mudah karena pengangkutan bahan materialnya hanya dilakukan satu sisi atau satu arah. Selain dalam hal pengangkutan material, pembangunannya juga lebih mudah akibat pengurangan komponen sistem pengaku ikatan angin. sistem ini memanfaatkan struktur lantai monolit yang cukup kaku terhadap gaya lateral. Apalagi, dengan sistem prefabrikasi, material bisa disiapkan di pabrik sehingga lebih cepat. Total pengerjaan jembatan di lokasi adalah sekitar 2-3 bulan.

Adapun kengunggulan judesa adalah dengan tiang tunggal di satu sisi, biaya material struktur jembatan juga berkurang. Biaya pembangunan judesa sekitar 200 juta.

Semoga jembatan ini bisa mempermudah warga desa untuk menuju akses keluar desa. Sudah tidak harus melewati jembatan kayu yang sewaktu waktu bisa roboh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar